Penomoran Pemain Versus Kapitalisme Manchester City

58 views

Penomoran Pemain Versus Kapitalisme Manchester City - HAL-HAL KLASIK TIDAK AKAN PERNAH USANG dan sebab itulah pulalah sesuatu yang dianggap klasik mampu hidup di beragam rentang zaman. Arloji atau jam tangan mekanik yang mengelilingi pergelangan tangan James Bond sejak film Live plus Let Die (1954) sampai Spectre (2015) lebih-lebih belum tergantikan bersama sebuah smartwatch yang kian mungil dan jadi terhubung bersama dunia cyber.

Penomoran Pemain Versus Kapitalisme Manchester City

Konon sutradara brilian kebanggaan Inggris, Danny Boyle, lebih-lebih menghujat habis kicauan fandom yang merajuk meminta supaya film Bond 25 jadi ikuti tren kekinian bersama mengfungsikan jam tangan pandai nonmekanik. Hal ini cukup mengejutkan sebab Bond 25 yang tengah dirancang Boyle untuk dirilis pada 2019 dianggap bakal lebih berwarna retro-klasik bersama sentuhan kontemporer moderen seperti warna pembukaan Olimpiade London 2012 yang termasuk diotaki sang maestro.

Akan tetapi, pada pada akhirnya Boyle mampu menjelaskan bersama gamblang kenapa ia lebih menyukai pendekatan tradisional di dalam mendalangi Bond.

“Sudah menjadi hal yang lumrah kalau orang menyukai jalan yang mudah. Sebagai pembuat film aku kudu melaksanakan pendekatan yang tidak sama untuk mewujudkan hal yang benar-benar aku sukai. Kita kudu menempa diri kami bersama benar-benar kuat untuk menempuh jalan yang sukar supaya membuahkan hal-hal yang berbeda. Filosofi ini tersedia di belakang alasan kenapa aku pilih James Bond untuk tetap mengfungsikan jam mekanik ketimbang arloji pandai elektronik,” ---Danny Boyle, sutradara.

Senada bersama aroma lawas yang merasuk menjadi sebuah keabadian di dunia sinematik, sepak bola termasuk memiliki kisahnya sendiri di dalam memelihara kesakralan nilai-nilai lama yang dianggap old-school. Nomor punggung, misalnya, ternyata memiliki sejarah dinamika yang tidak esensial namun tetap menarik dan menggembirakan untuk dijejalkan pada kepala anak-anak millenials, yang disaat lahir telah disodori fakta bahwa nomor-nomor tertentu di klub dan tim nasional telah disempurnakan nama panggilan pemain pemakainya.

Well, aku ingat betul bagaimana di medio 80-an, sementara TVRI menayangkan cuplikan pertandingan-pertandingan Serie A, tetap keluar nomor 1 sampai nomor 11 di barisan awal pemain ke-2 tim yang berhadapan di lapangan hijau. Pemain Napoli dan AC Milan, dan semua klub Italia di semua level divisi mereka, tetap masuk ke lapangan bersama sebelas nomor awal yang berurutan itu meski pemain yang diturunkan berganti-ganti tergantung strategi sang allenatore sebagai peracik taktik, serta kesehatan dan situasi mental pemain menjelang laga.

logo

Tags: #Manchester City